Baturaja News

Berita Terkini Seputar Baturaja

Selasa, 08 November 2016

Menahan BAB Terlalu Lama Bisa Berbahaya


Foto Ilustrasi Susah BAB 
Baturaja News, Semua makhluk hidup pasti membuang kotoran sisa hasil metabolismenya. BAB  (Buang Air Besar) secara teratur adalah salah satu syarat mutlak agar tubuh kita tetap sehat. Berangkat dari pemikiran itu, bayangkan jika Anda tidak bisa BAB selama berbulan-bulan. Dilansir dari berita Internasional,  Emily Titterington dari Cornwall Inggris, ia yang meninggal pada usia 16 tahun  tanggal 8 Februari 2013 setelah delapan minggu dia tidak buang kotoran. Emily, pengidap
autisme ringan, sering berurusan dengan masalah usus di sebagian besar masa hidupnya. Dia memiliki fobia toilet yang begitu parah, sehingga lebih memilih untuk menahan BAB. Menurut pemeriksaan medis atas kematiannya, Emily menderita serangan jantung fatal sebagai akibat dari pembesaran usus sehingga menekan beberapa organ tubuhnya, termasuk jantung. Emily menderita ekstensi usus besar yang masif, kata ahli patologi Amanda Jeffery. Paramedis Lee Taylor, yang sempat dua kali memeriksa Emily pada malam kematiannya, mencatat bahwa ukuran perut Emily memanjang.

Kebanyakan orang-orang mengatakan mereka tidak BAB selama dua minggu, bukanlah kasus yang banyak terjadi. Kalaupun ada orang yang mengalami kesulitan BAB, mereka dapat menggunakan obat pelunak feses atau suplemen serat, atau pengobatan jenis lain yang direkomendasi oleh dokter. Delapan minggu tanpa BAB kemudian meninggal dunia, itu sangat tidak biasa. Kesulitan BAB tingkat parah seperti yang dialami Emily, hampir tidak pernah terjadi pada orang dewasa. Hal seperti itu lebih sering terjadi pada anak-anak, kata Carin Cunningham, Ph.D., seorang psikolog anak di Rumah Sakit Anak Seattle. Kesulitan BAB akan menimbulkan nyeri sembelit yang parah. Diikuti oleh kondisi takut akan toilet, akhirnya anak bukannya membuka otot anal mereka tapi malah menahannya dan akhirnya ini jadi kebiasaan," kata Cunningham. Banyak anak-anak yang fobia toilet bisa memecahkan masalahnya sendiri, misalnya dengan BAB di luar toilet atau di celana.

Dalam kasus Emily, kondisi autismenya membuat dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik tentang apa yang dia rasa dan dia menjadi kurang terhubung dengan apa yang terjadi di dalam tubuhnya. Akhirnya, terjadilah bencana yang menyedihkan itu. Takut toilet lebih banyak terjadi pada anak-anak usia sekitar dua sampai lima tahun.

Diharapkan baik Anak-anak ataupun orang dewasa tetap harus waspada terhadap sembelit, terutama jika jadwal BAB Anda menyimpang dari biasanya,  adapun rutinitas BAB setiap orang berbeda. Ada yang BAB sekali satu kali sehari, ada juga yang dua atau tiga kali sehari, dan ada yang tiga atau empat hari sekali. Jika ada perubahan dari rutinitas normal, sebaiknya anda dapat berkonsultasi ke dokter,  Dokter  bisa memberi solusi untuk mengatasi sembelit anda dan memberi saran lain untuk membantu menjaga pencernaan Anda tetap lancar. (BI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar