Baturaja News

Berita Terkini Seputar Baturaja

Minggu, 12 November 2017

Cara Sederhana Menanam Sayuran Sawi



Bagi anda yang punya hoby bercocok tanam berikut ini cara menanam sawi hijau sangatlah  mudah dan bisa dilakukan di pekarangan rumah dengan menggunakan media ploybag, hidroponik dan vertikultur, dikutip dari 1001 cara menanam, sawi hijau atau disebut juga caisim (Brassica sinensis L) adalah sayuran hijau yang dapat ditanam sepanjang tahun yaitu di musim hujan maupun musim kemarau. Tanaman sawi termasuk tanaman sayuran yang tahan terhadap cuaca, tahan terpaan hujan dan cuaca yang panas sekalipun tetapi harus dilakukan penyiraman secara rutin. Sayur sawi hijau juga bisa ditanam pada dataran tinggi maupun dataran rendah.

Berikut Cara Menanam Sawi Hijau
Cara menanam sawi prosesnya hampir sama dengan cara menanam sayuran lainnya, seperti cara menanam brokoli, cara menanam kubis dan cara menananm lobak. Beberapa langkah mudah cara menanam sawi:

1. Benih
Keberhasilan menanam sawi ditentukan pertama oleh pemilihan benih sawi. Benih tanaman sawi dapat diperoleh dari kios pertaninan. Varietas sawi yang banyak ditanam antara lain Tosakan, Shinta, Dora, LV 145, Romeo dan lainnya. Benih tanaman sawi varietas unngul menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya sawi. Benih yang bagus akan dapat menghasilkan tanaman yang memiliki pertumbuhan bagus. Untuk setiap hektar lahan tanam, dibutuhkan benih sawi sebanyak 750 gram.

2. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah untuk menanam sawi dilakukan untuk menggemburkan tanah. Penggemburan dapat dilakukan dengan pencangkulan atau traktor untuk memecah bongkahan tanah. Kedalaman penggemburan tanah antara 20-40 cm. Penggemburan tanah dimaksudkan juga untuk pencampuran pupuk kandang atau kompos agar merata. Pemberian pupuk kandang atau kompos untuk budidaya sawi dapat mendukung pertumbuhan sawi lebih subur dan hijau. Apabila tanah terlalu asam sebaiknya dilakukan pengapuran menggunakan kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2). Persiapan tanah untuk tanam sayur sawi di polybag menggunakan campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau tanah dan pupuk kandang / kompos 1 : 1.

3. Persemaian/Pembibitan
Cara menanam sawi dengan benih yaitu dengan menabur benih sawi secara merata pada bedengan. Bedengan persemaain ukurannya menyesuaikan luas lahan yang akan ditanami. Bedengan dibuat dengan cara menggemburkan tanah dan meratakan. Benih disebar diatas bedengan kemudian disiram. Untuk persemaian skala kecil bisa dilakukan di nampan plastik dengan media semai campuran tanah gembur dan kompos. apabila tanaman sawi sudah berdaun 2-3 helai, tanaman sawi siap untuk dipindahkan.

4. Penanaman
Cara menanam sawi harus dilakukan dengan hati-hati. Bibit sawi yang sudah siap ditransplanting, dicabut secara perlahan, usahakan jangan sampai akarnya rusak/terputus. Kemudian bibit sawi ditanam di bedengan atau polybag yang sudah disiapkan. Jarak tanam yang direkomendasikan untuk menanam sawi adalah 20 x 20 cm atau 30 x 30 cm.

5. Penyiraman
Penyiraman tanaman sawi dilakukan sehari sekali pada sore atau pagi hari. Apabila terlalu kering bisa dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Apabila pada musim hujan, penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan.

6. Penyulaman
Penyulaman dilakukan mengganti tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit dengan tanaman baru.

7. Penyiangan
Penyiangan yaitu mencabut gulma pengganggu tanaman, biasanya gulma/rumput tumbuh disekitar tanaman. Pada satu musim tanam bisa dilakukan penyiangan sebanyak 2-4 kali tergantung keberadaan gulma.

8. Pemupukan
Faktor penting dalam cara menanam sawi adalah pemupukan. Tanaman sawi merupakan sayuran daun yang banyak memputuhkan unsur N. Pemupukan dilakukan pada umur 3 minggu setelah tanam. Pupuk yang diberikan berupa pupuk urea sebanyak 50 kg untuk setiap hektar lahan. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan melarutkan satu genggam urea (sekitar 25 gram) ke dalam 25 liter air. Larutan tersebut disiramkan di atas tanaman sawi sampai merata.

9. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman sawi adalah kumbang daun, ulat daun, dan penyakit busuk akar. Pengendalian dapat dilakukan secara mekani yaitu dengan mengambil hama dan mencabut tanaman yang terkena penyakit. Apabila menggunakan pestisida, penggunaan terakhir harus 2 minggu sebelum panen.

10. Panen dan Pasca Panen
Tanaman sawi dapat di panen pada umur 40-50 hari dari umur semai. Satu hektar lahan jika dilakukan dengan cara menanam sawi yang baik dan benar dapat menghasilkan 1- 2 ton sawi hijau. Cara memanen sawi ada beberapa macam, yakni: memotong pangkal batang, mencabut seluruh tanaman, atau memetik daunnya satu per satu. Sayur sawi yang sudah panen sebaiknya segera dibawa ke tempat yang teduh. Kemudian sayur sawi dibersihkan dari tanah yang menempel. Agar sawi tidak cepat layu bisa dipercikkan air pada daun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar